Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-statistics domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/clientoptimamy/news.clientoptima.my.id/wp-includes/functions.php on line 6170
DPC Demokrat Tangerang Kecewa Anies Baswedan
Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Tangerang, M. Nawa Sahid Dimyati (Tengah)

UP! TANGERANG

Keputusan Partai Nasdem ‘menjodohkan’ Anies Baswedan dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai calon Presiden dan Wakil Presiden membuat Partai Demokrat merasa kecewa dan keluar dari koalisi perubahan.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Tangerang M. Nawa Sahid Dimyati mengatakan, Demokrat sebenarnya tidak masalah Anis Baswedan berpasangan dengan Cak Imin hanya saja, kata dia, pihaknya mempersoalkan tentang komitmen.

“Dia yang ngelamar AHY beberapa kali kemudian terakhir melakukan konsolidasi, rencana deklarasi dengan orang lain, kalau bicara moral sudah cacat moral, pintar juga kalau tidak ada moral buat apa, tidak ada Integritas,” ungkap Cak Nawa sapaan akrabnya saat dihubungi wartawan, Minggu (3/9/23).

Ia menambahkan, dalam politik itu ada niat dan ada cara kalau niatnya baik, kata dia, maka caranya juga harus baik jangan memutuskan secara sepihak.

“Seharusnya menurut saya pak Anies itu gentle datang dan sampaikan apa adanya tapi ini kan dari 3 partai koalisi hanya 1 partai yang bicara, persoalannya kan disitu bukan persoalan AHY tidak jadi cawapres ini yang perlu dipahami karena kita juga sudah berkeringat untuk Anis,” paparnya.

Dikatakan Cak Nawa, usai deklarasi Anies Baswedan dengan Cak Imin, pihaknya mengaku telah menurunkan baliho bergambar Anis Baswedan di kantornya lantaran Demokrat sudah memutuskan keluar dari koalisi perubahan.

“Gambar pak Anis yang ada di kantor partai, sudah kita turunkan tapi yang di jalan raya itu terserah kader mau diturunkan atau tidak karena itu juga menurut saya bagian dari perjalanan politik, komitmen dan konsistensi partai Demokrat terhadap sesuatu yang telah di putuskan pada saat itu,” tukasnya. (fj/dam)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *